Archive for the ‘General’ category

Family Vacation Nearby

February 20, 2009

Hari sabtu minggu lalu, saya & istri saya sepakat mengajak Izzah ke taman bermain umum di kompleks lapangan Denggung Sleman. Setiap hari lokasi itu saya lewati, tapi baru kali ini alhmadulillah bisa main ke sana sama istri dan anak. Alhamdulillah deket lokasinya dari rumah.

Seneng? You bet we were! Izzah tertarik dengan ayunan, sepeda tanpa roda, prosotan, dan jungkat jungkit. Apalagi yang prosotan itu. Wuih, heboh! Ibunya sampai pusing mengajak nya pulang karena Izzah tetep aja maksa mainan prosotan. Selain 4 itu, ada 2 patung gajah di tengah-tengah kompleks yang belalainya menyemburkan air dan jatuh di kolam yang mengelilingi 2 patung itu. Kami menggagalkan 2 kali usaha Izzah untuk menceburkan diri ke kolam itu, saking dia tertariknya dengan air dan juga dengan bayangan dia sendiri hasil pantulan kolam.

Semoga minggu besok Alloh kasih langit cerah, sehingga kami bertiga bisa main ke taman pintar. Ada 1 yang diincer di sana: air muncrat. Itu lho, area yang ada beberapa lubang yang memancarkan air setiap periode tertentu dan anak-anak boleh bermain di dalamnya. Ayah ibunya sih sudah pernah ke sana, tapi dalam rangka mengantarkan anak-anak didiknya untuk field trip. Tapi kok malah anaknya sendiri belum pernah ke sana. Hehe.

Advertisements

Update EPBSED DIKTI

May 12, 2008

Per tanggal 21 April 2008, Dikti melalui situsnya http://evaluasi.or.id kembali melakukan release software EPSBED SK034 versi baru, dengan update di beberapa tabel transaksi antara lain:

  • trmln – transaksi mahasiswa asing
  • trmbw – transaksi mahasiswa beasiswa
  • trkln – transaksi kerjasama dengan pt luar negeri
  • trvmt – transaksi visi dan misi perguruan tinggi
  • trvms – transaksi visi dan misi program studi

Academic Solutions merespon hal ini dengan melakukan upgrade (on going) pada gtAkademik sehingga tetap mensupport kebutuhan laporan EPSBED. Beberapa upgrade yang direncanakan adalah di fasilitas pengelolaan data master mahasiswa serta penambahan beberapa fungsiontalitas baru, meliputi fasilitas pencatatan kerjasama perguruan tinggi, pencatatan visi misi perguruan tinggi serta program studi.

Dikti juga merilis data dosen yang telah dilengkapi data NIDN per tanggal 5 Mei 2008 kemarin, dan ini menjadi salah satu bagian juga untuk diteruskan updatenya di gtAkademik.

Stay tuned, dan kami akan kembali publish di website Academica bilamana update telah dilakukan!

My Daughter!

May 23, 2007

Puji syukur ke hadirat Alloh SWT, telah lahir putri kami Aisya Nurul Izzah Zakaria pada hari Jumat 27 April 2007.

Padahal sudah agak lama, tapi baru bisa woro-woro sekarang. Hehe.

Last but not least, mohon doa dan restunya semoga Izzah menjadi muslimah yang baik, menjadi pribadi yang bisa menjaga kehormatan dirinya, orang tua, dan agamanya.

SMS Judi

October 20, 2006

Dulu, mas Udin sering nyeletuk kalau pas kebetulan nonton acara kuis 3T. Sama halnya saya ketika nonton kuis Iseng di pos ronda. Apalagi AFI, Indonesian Idol, dan berbagai model sms berhadiah lainnya (Pildakil, KDI, etc.. you name it!!).

Nyeletuknya adalah, semua itu tak beda dengan yang namanya judi. Judi yang legal, yang herannya kebanyakan orang malah sangat antusias untuk berpatisipasi. Arrgh..apa yang terjadi dengan bangsa ini?

Kenapa sms berhadiah ini judi? Karena mengandung unsur mengundi nasib dengan cara mudah, pemborosan, menghambur-hamburkan uang untuk permainan yang tak jelas, membahayakan pihak lain yang menderita kekalahan, membangkitkan fantasi, ketagihan dan mental malas. Tambah lagi, hadiah undian SMS di sini bersumber dari akumulasi hasil perolehan dari SMS.

Hasil keputusan MUI (Ijtima ulama di ponpes Gontor) tanggal 26 Mei 2006 juga telah memfatwakan haram untuk sms berhadiah ini.

Saya jelas tidak punya kuasa untuk menghentikan aktivitas sms berhadiah ini (I hope someday God will give me that power. Amin!). At least, saya sudah berusaha untuk melindungi keluarga saya untuk berpartisipasi dalam aktivitas ini. Saya harap Anda pun yang membaca tulisan ini akan melakukan hal yang sama.

Wassalam.

Riba (Lanjut)

October 20, 2006

Masih melanjutkan pembicaraan tentang riba: Bilamana ada sebuah pertanyaan “Tetapi bank juga mengolah uang para nasabah, maka mengapa saya tidak boleh mengambil keuntungannya?”

Benar bahwa bank memperdagangkan/menginvestasikan uang tersebut (ketokan driji nek ora), tetapi apakah sang nasabah ikut melakukan aktivitas dagang tersebut? Sudah tentu tidak. Apabila nasabah bersekutu atau berkongsi dengan pihak bank sejak semula, maka akadnya adalah akad berkongsi, dan sebagai konsekuensinya nasabah akan ikut menanggung apabila bank mengalami kerugian. Seorang teman yang lagi ‘promosi’ tentang sebuah bank syariah, ketika saya tanya hal tersebut, dia menjawab “oo.. InsyaAllah tidak akan rugi kok mas. Tetep dapet bagi hasil.” Hmm..

Tapi kenyataannya, pada saat bank mengalami kerugian atau bangkrut, maka kita, para nasabah, menuntut dan meminta uang kita untuk kembali, dan bank pun tidak mengingkarinya. Hal ini diperkuat oleh kenyataan bahwa LPS menjamin uang para nasabah yang tersimpan di bank. Sehingga apapun force maejure yang terjadi pada bank, uang nasabah tetap akan kembali.

Ini yang lalu membuat saya berpikir, gak ada bedanya antara bank konvensional dengan kebanyakan bank syariah. Syariah saya kira hanya label saja untuk meng attract penduduk muslim negeri ini yang notabene menjadi mayoritas. Tentang bagi hasil? Ah, itu hanya beda penyebutan saja.

Firman Allah dalam Al Quran:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (Al Baqarah 278-279)

Berdasar ayat di atas, saya menyarankan diri saya sendiri dan rekan-rekan yang ‘terpaksa’ harus memakai rekening di bank-bank ribawi, ambillah pokok hartanya saja, dan tinggalkan kelebihannya yang sudah jelas riba itu. Lebih baik lagi adalah, berikan semua kelebihan itu kepada kaum fakir dan miskin.

Riba

October 19, 2006

Istri saya, paling anti dengan yang namanya bekerja di bank. Ketika saya berandai-andai, bagaimana nanti kalau suamimu ternyata bekerja di sana suatu hari? Dia lalu mengatakan bahwa dia tidak akan mendoakan saya untuk lolos tes masuknya. Intinya, istri saya tidak ridho-dengan berbagai alasan yang cukup rasional.

Yusuf Qardhawi, dalam salah satu fatwanya di media.isnet.org, menjelaskan bahwa bunga bank adalah haram. Kenapa? Karena bunga tersebut adalah riba. Apa itu riba? Riba adalah semua tambahan yang disyaratkan atas pokok harta. Artinya, apa yang diambil seseorang tanpa melalui usaha perdagangan dan tanpa berpayah-payah sebagai tambahan atas pokok hartanya, itu adalah termasuk riba. Saya recommend tulisan ini untuk bacaan lebih lanjut tentang bunga bank ini. Silakan diakses di http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Kontemporer/BungaBank.html.

Harta dari riba ini, menurut Qardhawi, tidak ada manfaatnya untuk dizakati, karena zakat itu tidak dapat mensucikannya. Yang dapat mensucikan harta ialah mengeluarkan sebagian darinya untuk zakat.

So, bila sudah jelas haram, lalu apa yang harus dilakukan dengan harta riba tadi? Qardhawi menyarankan, ketimbang itu ngendon di bank tersebut dan menjadi milik bank sehingga dapat memperkuat posisi bank dalam bermuamalat secara riba, lebih baik semuanya (riba) di sedekahkan ke kaum fakir dan miskin.

Kemudian saya juga ingin mengutip sebuah hadist, masih terkait dengan riba (diambil dari http://www.alsofwah.or.id):

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam”Allah melaknat orang yang memakan (pemakai) riba, orang yang memberi riba, dua orang saksi dan pencatat (dalam transaksi riba), mereka sama saja”. (HR. Muslim dan Ahmad)

Voila. Bunga bank itu tentu saja diberikan oleh bank, sehingga bolehlah kita berikan label: pemberi riba. Siapa pencatat transaksi riba? Ya pegawainya dong. Dan sesuai dengan hadist shohih tersebut, mereka berada dalam laknat Allah.

Sehingga dengan demikian, bilamanakah hukum bekerja di bank? Dalam fatwa alsofwah.or.id tentang hal ini, bekerja di bank ribawi adalah tidak boleh hukumnya sebab bekerja di dalamnya masuk dalam kategori bertolong-menolong di dalam dosa dan melakukan pelanggaran. Allah sudah berfirman:

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Sesungguhnya Allah amat pedih siksaan-Nya”. (Al-Ma’idah:2).

Ok. Lanjut ke bagian terakhir, adalah ancaman Allah dan Rasul-Nya tentang aktivitas ribawi ini. Dari Quran sendiri, coba cek di Al Baqarah ayat 276 dan 279. Untuk kali ini, saya tertarik untuk mencuplik 2 hadist Nabi:

Dosa riba memiliki 72 pintu, dan yang paling ringan adalah seperti seseorang berzina dengan ibu kandungnya sendiri.” (Shahih, Silsilah Shahihah no.1871)

“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari hasil riba dan dia paham bahwa itu adalah hasil riba maka lebih besar dosanya daripada berzina 36 kali”. (HR. Ahmad, dengan sanad yang shahih)

Terus terang, saya mendapati hadist ini tidak lebih dari 3 atau 4 minggu yang lalu. Maklum lah, islam abangan. Tapi saya gak bisa membayangkan, ust. Yusuf Mansyur saja bilang bahwa tidak akan barokah hidup kita kalau kita melakukan zina dan tidak bertobat kepada Allah. Lha apalagi riba ini.

Semoga kita dijauhkan. Semoga kita dijauhkan. Semoga kita dijauhkan.

Wassalam.

RIP Steve

September 8, 2006

Di sharepoint kantor beberapa hari yang lalu, Bu Vivi (rekan kerja) memposting foto Steve Irwin dan memberinya judul ”selamat jln steve”. Saya pikir cuman iseng saja, tetapi ternyata salah satu orang yang saya kagumi itu benar-benar meninggal karena kecelakaan. Di youtube.com, tiba-tiba saja banyak sekali video dari aksi-aksinya yang mendominasi display untuk rating tertinggi. Publisitas ini sekaligus sebagai perhormatan khalayak atas dedikasinya yang mengagumkan untuk kehidupan satwa liar. Saya yakin memang banyak orang di dunia ini yang sangat kehilangan dia. RIP steve..

Anyway, kehidupan ini rasanya berjalan sangat cepat ya, dan berlalu begitu saja. Tidak ada yang menyangkalnya, atau bahkan menyadarinya. Bayangkan diri kita ketika menginjak kelas 4 SD. Rasanya itu baru kemarin saja dilalui, dan tahu-tahu sekarang sudah menjadi kepala keluarga (seperti saya). Kemarin rasa-rasanya baru merasakan belaian ibu, sekarang malah sudah mempunyai 2 orang putra. Anggota keluarga kita yang kemarin baru saja bercanda dengan kita dan tidak nampak sakit/lelah, tiba-tiba meninggalkan kita untuk selamanya.

Setelah kehidupan dunia berlalu, manusia akan memasuki kehidupan selanjutnya yaitu alam akhirat, dimana segalanya akan diperhitungkan dengan seadil-seadilnya oleh Sang Maha Adil. Makanya kita boleh terheran-heran dengan pola laku manusia sekarang-dengan kerusakan alam yang ditimbulkan dan makin hilangnya rasa malu dari diri.. Apa gerangan yang membuat mereka bertingkah sedemikian rupa seakan-akan mereka hidup selamanya dan tidak akan meninggalkan dunia ini?

Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap siksa-Nya. Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya. (3:30)