General · Thought

Fear

oliver-schwendener-145299-unsplash.jpg

Photo by Oliver Schwendener on Unsplash

Co-founder Westnomic             : Kak, gimana ini. Ga pede presentasi pitching. Saya itu gak bisa ngomong.

Saya                                              : Lha ini kita ngobrol *sambal nyengir 😀

Westnomic                                  : Kan ngobrol kak. Nanti kan paparan. Saya introvert tulen Kak..

Saya                                              : Sama. Ditawari buku+kopi atau ngomong di stage, pilih yang pertama og diriku. Saya lebih parah juga, pakai gagap pula.

Westnomic                                  : Ga mungkin Kakak gagap. Ini ngomong lancar.

Saya                                              : Dilatih Mbak. Pitch 5 menit memang pendek, tapi jaga artikulasi, pastikan efek circular economy di slide-mu, terkomunikasikan baik ke juri. Itu yang punya potensi.

Westnomic                                  : Aduuh gimana ini? Semoga Westnomic dipanggil terakhir.

Saya                                              : Tak doain kamu jadi yang pertama dipanggil mas Alex. Kokean odah aduh kowe ik. Entuk mburi po ngarep podo ae. Rasakke, sing penting nikmati. *nyengir

Habis itu tak tinggal ngobrol dengan beberapa kawan mentor. Paparan Westnomic lancar, sangat cepat bahkan. 2 menit, 11 slide itu dilahap. Buanter e pol. Tapi jadinya, judges jadi punya lebih banyak waktu untuk bertanya dan mengelaborasi rencana Westnomic selanjutnya. Di pengumuman hasil pitching, Westnomic masuk dalam pilihan mentors IA untuk bisa go-through ke stage berikutnya.

See? Lancar tho?

For most of the time, Fear is just a story we tell to ourself. It becomes reality when our mind start believing it.

Advertisements
Gamatechno · General · Project Management

The Famous “Triple Constraints”

“Stacked Triangles”. setidaknya ada 2 layer segitiga dalam gambar di atas. Masih terkenal dengan “triple constraints”, hanya saja aspeknya sudah berkembang. Tambah seru, mumet! 😀

Dalam project management, seorang PM dituntut untuk mendesain trade-off terbaik dari 6 aspek di atas. Competing project constraint, kalau menyalin dari literasi PMBOK. Enam aspek itu akan saling menekan, one way or another. You can’t be great at everything. Kurang lebih begitu ya. Excellency needs underperforming pada titik titik tertentu, kata mas Yuswohadi. Enam aspek itu: Risiko, Jadwal, Sumber-daya, Dana, Kualitas, dan Ruang lingkup.

Bahkan Surga-pun, puncak kenikmatan abadi yang dijanjikan Tuhan atas umat-Nya yang beriman, harus dibayar dengan pengorbanan-pengorbanan. Pemahaman yang seperti itu perlu disampaikan kepada stakeholders terkait. PM harus aktif dan terus-menerus jalin komunikasi yang baik dengan pelanggan-nya.

Ada pengguna yang mudah diajak berpikir dan memahami competing project constraints ini, ada pengguna yang keukeuh pengen serba cepat, serba baik, tur rasah Mbayar. Saya pikir itu dinamika normal, hari-hari yang akan dijalani oleh Project Manager.

Last but not least, pun gak nyambung: The devil is in the details. Pengalaman saya selama ini sih, PM perlu masuk cukup dalam di project-nya. Berusaha mengetahui setiap hal, since you’re the Boss dude! Tidak mungkin, setidaknya dalam konteks project management, PM hanya berhenti di permukaan dan merasa bahwa project-nya sepertinya baik-baik saja. Takutnya itu adalah perasaan semu, yang mengantarkan kita tidak kemana-mana selain remuknya project.

Salam sukses! ^^

General

Family Vacation Nearby

Hari sabtu minggu lalu, saya & istri saya sepakat mengajak Izzah ke taman bermain umum di kompleks lapangan Denggung Sleman. Setiap hari lokasi itu saya lewati, tapi baru kali ini alhmadulillah bisa main ke sana sama istri dan anak. Alhamdulillah deket lokasinya dari rumah.

Seneng? You bet we were! Izzah tertarik dengan ayunan, sepeda tanpa roda, prosotan, dan jungkat jungkit. Apalagi yang prosotan itu. Wuih, heboh! Ibunya sampai pusing mengajak nya pulang karena Izzah tetep aja maksa mainan prosotan. Selain 4 itu, ada 2 patung gajah di tengah-tengah kompleks yang belalainya menyemburkan air dan jatuh di kolam yang mengelilingi 2 patung itu. Kami menggagalkan 2 kali usaha Izzah untuk menceburkan diri ke kolam itu, saking dia tertariknya dengan air dan juga dengan bayangan dia sendiri hasil pantulan kolam.

Semoga minggu besok Alloh kasih langit cerah, sehingga kami bertiga bisa main ke taman pintar. Ada 1 yang diincer di sana: air muncrat. Itu lho, area yang ada beberapa lubang yang memancarkan air setiap periode tertentu dan anak-anak boleh bermain di dalamnya. Ayah ibunya sih sudah pernah ke sana, tapi dalam rangka mengantarkan anak-anak didiknya untuk field trip. Tapi kok malah anaknya sendiri belum pernah ke sana. Hehe.

General

Update EPBSED DIKTI

Per tanggal 21 April 2008, Dikti melalui situsnya http://evaluasi.or.id kembali melakukan release software EPSBED SK034 versi baru, dengan update di beberapa tabel transaksi antara lain:

  • trmln – transaksi mahasiswa asing
  • trmbw – transaksi mahasiswa beasiswa
  • trkln – transaksi kerjasama dengan pt luar negeri
  • trvmt – transaksi visi dan misi perguruan tinggi
  • trvms – transaksi visi dan misi program studi

Academic Solutions merespon hal ini dengan melakukan upgrade (on going) pada gtAkademik sehingga tetap mensupport kebutuhan laporan EPSBED. Beberapa upgrade yang direncanakan adalah di fasilitas pengelolaan data master mahasiswa serta penambahan beberapa fungsiontalitas baru, meliputi fasilitas pencatatan kerjasama perguruan tinggi, pencatatan visi misi perguruan tinggi serta program studi.

Dikti juga merilis data dosen yang telah dilengkapi data NIDN per tanggal 5 Mei 2008 kemarin, dan ini menjadi salah satu bagian juga untuk diteruskan updatenya di gtAkademik.

Stay tuned, dan kami akan kembali publish di website Academica bilamana update telah dilakukan!

General

My Daughter!

Puji syukur ke hadirat Alloh SWT, telah lahir putri kami Aisya Nurul Izzah Zakaria pada hari Jumat 27 April 2007.

Padahal sudah agak lama, tapi baru bisa woro-woro sekarang. Hehe.

Last but not least, mohon doa dan restunya semoga Izzah menjadi muslimah yang baik, menjadi pribadi yang bisa menjaga kehormatan dirinya, orang tua, dan agamanya.

General

SMS Judi

Dulu, mas Udin sering nyeletuk kalau pas kebetulan nonton acara kuis 3T. Sama halnya saya ketika nonton kuis Iseng di pos ronda. Apalagi AFI, Indonesian Idol, dan berbagai model sms berhadiah lainnya (Pildakil, KDI, etc.. you name it!!).

Nyeletuknya adalah, semua itu tak beda dengan yang namanya judi. Judi yang legal, yang herannya kebanyakan orang malah sangat antusias untuk berpatisipasi. Arrgh..apa yang terjadi dengan bangsa ini?

Kenapa sms berhadiah ini judi? Karena mengandung unsur mengundi nasib dengan cara mudah, pemborosan, menghambur-hamburkan uang untuk permainan yang tak jelas, membahayakan pihak lain yang menderita kekalahan, membangkitkan fantasi, ketagihan dan mental malas. Tambah lagi, hadiah undian SMS di sini bersumber dari akumulasi hasil perolehan dari SMS.

Hasil keputusan MUI (Ijtima ulama di ponpes Gontor) tanggal 26 Mei 2006 juga telah memfatwakan haram untuk sms berhadiah ini.

Saya jelas tidak punya kuasa untuk menghentikan aktivitas sms berhadiah ini (I hope someday God will give me that power. Amin!). At least, saya sudah berusaha untuk melindungi keluarga saya untuk berpartisipasi dalam aktivitas ini. Saya harap Anda pun yang membaca tulisan ini akan melakukan hal yang sama.

Wassalam.

General

Riba (Lanjut)

Masih melanjutkan pembicaraan tentang riba: Bilamana ada sebuah pertanyaan “Tetapi bank juga mengolah uang para nasabah, maka mengapa saya tidak boleh mengambil keuntungannya?”

Benar bahwa bank memperdagangkan/menginvestasikan uang tersebut (ketokan driji nek ora), tetapi apakah sang nasabah ikut melakukan aktivitas dagang tersebut? Sudah tentu tidak. Apabila nasabah bersekutu atau berkongsi dengan pihak bank sejak semula, maka akadnya adalah akad berkongsi, dan sebagai konsekuensinya nasabah akan ikut menanggung apabila bank mengalami kerugian. Seorang teman yang lagi ‘promosi’ tentang sebuah bank syariah, ketika saya tanya hal tersebut, dia menjawab “oo.. InsyaAllah tidak akan rugi kok mas. Tetep dapet bagi hasil.” Hmm..

Tapi kenyataannya, pada saat bank mengalami kerugian atau bangkrut, maka kita, para nasabah, menuntut dan meminta uang kita untuk kembali, dan bank pun tidak mengingkarinya. Hal ini diperkuat oleh kenyataan bahwa LPS menjamin uang para nasabah yang tersimpan di bank. Sehingga apapun force maejure yang terjadi pada bank, uang nasabah tetap akan kembali.

Ini yang lalu membuat saya berpikir, gak ada bedanya antara bank konvensional dengan kebanyakan bank syariah. Syariah saya kira hanya label saja untuk meng attract penduduk muslim negeri ini yang notabene menjadi mayoritas. Tentang bagi hasil? Ah, itu hanya beda penyebutan saja.

Firman Allah dalam Al Quran:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (Al Baqarah 278-279)

Berdasar ayat di atas, saya menyarankan diri saya sendiri dan rekan-rekan yang ‘terpaksa’ harus memakai rekening di bank-bank ribawi, ambillah pokok hartanya saja, dan tinggalkan kelebihannya yang sudah jelas riba itu. Lebih baik lagi adalah, berikan semua kelebihan itu kepada kaum fakir dan miskin.