Cara Cepat Mengestimasi Biaya Project

Melakukan estimasi biaya (cost) untuk sebuah project baru, khususnya TI, kadang kala merepotkan. Belum lagi bilamana PM tidak familiar dengan teknologi yang akan digunakan di project itu nantinya.

Pengestimasian mungkin semacam judi; kadang tepat, kadang meleset. Faktor tebakan sedikit banyak pasti memberikan kontribusi, apalagi bila perusahaan TI tersebut belum pernah mengerjakan project yang serupa sebelumnya. Menurut saya, berdasarkan pengalaman pribadi juga, ada 2 hal yang bisa dilakukan :

  1. Membuat estimasi aktivitas project secara terurut
  2. Bertanya pada mereka yang sudah berpengalaman

Untuk yang no 1, penjelasannya seperti ini. Saya yakin para PM sudah ready dengan template project plan mereka. Tuliskan capaian-capaian dari project ini. Capaian lho ya, bukan aktivitas. Setelah semua teridentifikasi, baru kemudian daftarkan semua aktivitas yang diperlukan untuk mencapai setiap capaian dan estimasi work-nya. Bila Anda menggunakan MS Project (contoh case tools saja), semua work akan di sum-up dan kita akan mendapatkan estimasi holistiknya. Jangan lupa menambahkan 15% atau 20% dari estimasi holistik sebagai backup atas risiko-risiko dan ketidakpastian eksekusi project tersebut.

Berlanjut ke no 2, konsultasikan project plan tersebut ke person-person yang sudah berpengalaman mengeksekusi project yang sama/serupa. Barangkali ada masukan dan revisi tentang estimasi.

Saya yakin estimasi akan lebih masuk akal/diterima bila kita dapat memperhitungkan hal-hal yang detil. What do you think? Piece a cake..? Saya pikir relatif ya. Saya pernah menjumpai sendiri sebuah estimasi project dengan breakdown aktivitas sejumlah 700 item. Very very details.

Orang tua bilang kalau estimasi adalah sebuah seni (art). Berarti PM juga seniman dong? Yap. Dan saya memandang, seniman adalah orang yang selalu terobsesi dan cinta dengan pekerjaannya.

Explore posts in the same categories: Project Management

2 Comments on “Cara Cepat Mengestimasi Biaya Project”


  1. Software project estimation bisa jadi matakuliah sendiri di jurusan computer science, bahkan.

  2. Dedi Says:

    oleh karena itu sebaliknya, saya rasa RPL tidak pantas menjadi hanya 1 mata kuliah. Lha, topan aja majornya RPL.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: