Membuat Project Charter

Bila ada sebuah dokumen yang harus pertama kali muncul dalam cycle project management (saat-saat sangat awal pada sebuah project), maka itu adalah dokumen project charter.

Dokumen ini harus berisi tentang visi dari project, tujuan dan ruang lingkup pekerjaan yang membuat semua orang menjadi jelas tentang apa yang akan dicapai oleh project tersebut. Keterangan tentang deliverables, orang-orang yang terlibat di dalamnya, dan waktu delivery, juga disebutkan.

Berikut adalah tips untuk membuat dokumen project charter:

  1. Tentukan visi project; Well, setiap orang membutuhkan visi. Tim project pun juga harus punya. Ketika menentukan visi, pastikan bahwa Anda sebagai PM: 1. Mendapatkan persetujuan dari sponsor project (klien) tentang visi tsb.; 2. Tuliskan visi ini dalam kalimat yang jelas dan mudah dipahami; 3. Komunikasikan dengan semua orang di tim. Baiknya, PM mengkomunikasikan visi ini ke tim secara direct/offline. Penggunaan email sedapat mungkin dihindari saja.
  2. Definisikan ruang lingkup; Ruang lingkup berisi tentang aktivitas dan deliverables yang harus dicapai dalam rangka memenuhi visi. Mendapatkan definisi ruang lingkup secara detil jelas akan membantu perencanaan project. Anyway, definisi ini akan mencegah adanya momok ruang lingkup tentang aktivitas/deliverables yang tdk terencana dan biasanya dipaksakan oleh end user. Dengan mendefinisikan ruang lingkup ini, PM dapat mengelola permintaan/kebutuhan end user dan mampu untuk mengatakan kepada mereka bahwa sebuah request misalnya adalah out of scope dan karenanya membutuhkan tambahan uang atau waktu untuk menyelesaikannya.
  3. Tentukan hirarki dan komposisi tim; Ketika kita tahu tujuan akhir project dan deliverables apa saja yang harus dihasilkan, selanjutnya PM harus menentukan siapa yang akan mengerjakan ini. As usual, buatlah sebuah struktur organisasi yang memuat semua stakeholders (eksternal customers dan internal customers – i.e. developer) dan gambarkan sekalian jalur komunikasinya. Gambar ini akan membuat PM mudah untuk menentukan kebutuhan resources, tanggung jawab dan job desc dari timnya.
  4. Buatlah roadmap; Roadmap ini semacam project plan yang memuat fase dan aktivitas yang akan dilalui oleh project ybs., dan menggambarkan 1 cycle project management secara utuh. Lalu, setiap aktivitas harus diidentifikasi siapa-siapa yang akan mengerjakannya. Yang terakhir, keluarkan estimasi pengeluaran (uang) untuk penggunaan resources (mostly sih SDM) dan pastikan tidak over budget. Bila PM belum tahu tentang pagu penggunaan budget, informasinya bisa didapatkan dari otoritas keuangan perusahaan atau bahkan direksi.
  5. Identifikasi risiko dan isu-isu; Langkah terakhir dalam membuat dokumen Project Charter adalah mendaftar risiko dan isu-isu nyata disekitar project. Dengan mendaftar hal tersebut, PM dapat menyodorkannya ke klien dan supaya mereka aware dan goalsnya adalah meminta support penuh supaya risiko bisa dikurangi.
Explore posts in the same categories: Project Management

4 Comments on “Membuat Project Charter”


  1. […] post by awaludinz This entry was written by and posted on Tuesday, 23 October 2007 at 7:46 and filed under […]

  2. EL Says:

    Alow.. Numpang blog walking yaa..:mrgreen:

  3. Mujoko Says:

    mungkin bisa di tambahkan untuk project template dari Initiating hingga project closing mas Awal
    seperti NewYork State hanya saja sayang du New york state ini belum ada contoh, baru berupa template

    berikut New York state Template
    http://www.oft.state.ny.us/pmmp/guidebook2/templates/index.htm

  4. a05i Says:

    tq linknya Mujoko…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: