10 hal yang membuat Anda tidak cocok menjadi Project Manager

Akhir pekan lalu saya mendapati sebuah artikel menarik dari techrepublic.com. Artikel ini ditulis oleh Tom Mochal, salah satu kontributor situs tersebut, dan muatannya adalah tentang tanda-tanda seseorang tidak cocok untuk berperan sebagai Project Manager (PM).

Dia mendaftar 10 hal yang mengindikasikan mengenai ini. Berikut adalah daftarnya beserta sedikit deskripsinya (tidak terurut):

– Komunikator yang buruk

Faktanya bahwa hampir separuh waktu seorang PM dihabiskan untuk aspek komunikasi, termasuk rapat internal tim, penyelesaian dokumen-dokumen project, presentasi progress report ke klien (offline), email, bertelepon, dan berbincang dengan banyak orang. Kabarnya ada studi yang mengatakan lebih ekstrim, bahwa 80% pekerjaan seorang PM dihabiskan untuk perihal komunikasi (baik verbal maupun writing). So, bila kita bukan seseorang yang bisa berkomunikasi dengan efektif dan memang dari sono-nya gak pengen menjadi seperti itu, tidak usah jadi PM.

– Tidak bisa bekerja dengan orang lain

Bila kita lebih suka untuk duduk diam di kantor dan fokus pada pekerjaannya sendiri, Tom Mochal bilang bahwa kita mungkin tidak punya kemampuan berkolaborasi yang disyaratkan untuk menjadi PM yang OK. PM yang baik harus meluangkan sangat banyak waktu dengan klien/stakeholders, dan tim internal.

– Tidak menyukai mengatur orang

Bila Anda ingin jadi PM yang OK, maka Anda harus dapat mengatur orang. Anda harus menunjukkan kepada mereka tentang kepemimpinan Anda, mengatur konflik yang terjadi, dan menjaga persatuan tim. Beberapa PM mungkin berkata bahwa mereka dapat lebih baik dalam melakukan pekerjaan andai saja mereka tidak perlu berurusan dengan orang. Jika itu yang dirasakan, mungkin project management nggak banget deh buat Anda.

– Lebih suka detils

Banyak orang menyukai bekerja dengan detil. Yes, we need that kind of people. Tapi bilamana Anda adalah seorang PM, maka Anda beranjak jauh dari hal itu dan harus lebih menjadi seorang delegator dan koordinator. Mau tidak mau, Anda harus mengandalkan orang lain untuk banyak bekerja dengan detil ketika Anda menjadi PM. Fhew..It is not peace a cake dude!

– Tidak suka mengikuti proses

Kita yakin tidak ada satupun yang suka menjadi budak (hehe) dari sebuah proses. Tapi, Anda jelas membutuhkan proses ketika Anda menangani project yang semakin besar/kompleks. Jika Anda tidak menyukai untuk mengikuti proses project management yang baik, susah untuk mencapai jenjang ini.

– Tidak menyukai dokumentasi/aktivitas mendokumentasikan segala hal

Tom Mochal bilang bahwa syarat ini bukan berarti lalu PM harus mencintai dokumentasi untuk menjadi PM yang OK. Tapi jelas, PM tidak dapat membencinya. Apa sih kegiatan yang tak luput dari proses dokumentasi? project plan, progress report, scope statement, perubahan scope/change request klien, dsb.

– Lebih condong menyukai melakukan eksekusi alih-alih membuat perencanaan

Bila sebuah klien memberikan Anda sebuah project dan hal pertama yang terbayang setelah itu adalah segera mengumpulkan tim untuk langsung bekerja, maka mungkin Anda tidak punya mindset seorang PM. Jika Anda tidak mau untuk meluangkan cukup waktu untuk memahami terlebih dahulu apa yang akan Anda lakukan, mungkin Anda tidak cocok menjadi PM.

– Suka menjadi order-taker

Order taker ini maksudnya adalah request dari klien. Suka menjadi order taker artinya bila diminta sesuatu oleh klien, selalu langsung dieksekusi/diiyakan. Mati wae. PM harus memberikan value pada projectnya, termasuk menolak/mendesak kembali ketika klien meminta hal-hal yang tidak benar/tidak semestinya. Jika yang direquest tersebut keluar dari scope statement, PM harus mengeksekusi proses change management utk scope project tersebut. So, bila reaksinya atas perubahan scope adalah dengan berkata, β€œOk Pak, kita akan garap” alih-alih berpikir terlebih dahulu dampaknya atas project secara keseluruhan, pekerjaan ini akan jadi sesuatu yang sangat berat untuk Anda.

– Anda tidak teratur

Orang yang buruk dalam mengorganisasi kehidupan pribadinya (lets say.. belum bisa me-manage diri sendiri), biasanya buruk pula bila menjadi seorang PM. Bagaimana bisa memastikan bahwa tim project sudah melakukan segala hal dengan efisien bilamana dirinya sendiri belum bisa seperti itu? Wew. Dalem Bro!

– Berpikir bahwa project management adalah tambahan beban

Tidak ada orang yang bisa merasa mereka menyukai pekerjaannya bila mereka berpikir bahwa hasil pekerjaannya tidak mendatangkan nilai (for most people lah, at least). PM yang baik memahami nilai dari pekerjaannya, bahwa apa yang dia kerjakan akan menghasilkan sebuah project yang nantinya akan dideliver tepat waktu, tidak over budget, dan semua orang HAPPY (tim internal dan juga klien). So, again, bila kita berpikir bahwa pekerjaan project management ini kok malah menjadikan beban tambahan di kepala dan tidak ada gunanya, mungkin Anda memang bukan orang tepat untuk menjadi seorang PM.

Anyway, buat saya, ini seperti skak mat saja. Bagaimana dengan Anda? Anyway, saya tidak hanya bicara dalam scope memimpin project, tapi dalam segala domain pekerjaan yang sifatnya manajerial. It is not easy to be you, isn’t it..πŸ˜€

Explore posts in the same categories: Project Management

7 Comments on “10 hal yang membuat Anda tidak cocok menjadi Project Manager”

  1. teguh Says:

    hehehe…. manajerial memang gak simpel pak. Sepertinya sih cuman 10, tapi “dalem”πŸ™‚ saya sendiri hanya berharap dan berusaha untuk belajar dan bisa lebih baik dari waktu ke waktu.

  2. fedy Says:

    foa, how are you? long time no see… hows junior?
    halah! :p

    ternyata bisa memimpin aja gak cukup,
    dan untuk hal-hal dokumentasi, kita gak harus kerjakan sendiri kan??? maksudku bisa didelegasikan dan kita mengkoordinir…?? halah, i hate to document something, especially manual! *hehe emang levelku belum sampe manajerial sih :p

    but anw, good to know this 10 points

  3. awal Says:

    #teguh
    yes. dalem banget dan ngena. tp akhirnya 10 hal ini bisa dibuat sebagai tool muhasabah rutin untuk menghitung-hitung sudah sejauh mana diri kita berkembang, dan pengingat juga jangan2 kita set back.

    semoga akselerasi kita utk berusaha slalu diteguhkan sama Yang Di Atas.πŸ˜‰

  4. awal Says:

    #fedy
    hi fed! alhamdulillah sehat. keluarga sehat, temen2 kantor jg sehat semua.πŸ™‚
    wah, hari ini junior genap berusia 6 bulan. tambah nakal aja fed. kapan nih izzah punya temen main?πŸ˜€

    banyak aspek dlm dokumentasi yang bisa didelegasikan. bukan saja ttg project management, tapi jg berkenaan dgn proses produksinya sendiri. ada hal2 substansial yang harus tetap pm yg incharge utk content, say monthly report utk client, atau project plan.

    aku aja blm cinta dgn dokumentasi, tp bila ada itu maka benar2 membantu lho. examples: baru sj aku install ubuntu fiesty 7.04, dan tanya ke temen2 jg gak bisa kasih bantuan. eh tahunya malah dokumentasi di fiesty sendiri yg begitu lengkap, jadi proses belajar bisa otodidak (meskipun harus dibela2in tidur dini hari).

  5. Kramero Says:

    Nah.. langkah selanjutnya, alangkah baiknya bila tanda – tanda yang di deskripsikan diatas di implementasikan di dalam proses seleksi PM atau pun sebagai basis dari annual review masing2 PM untuk performance benchmarking.πŸ™‚

  6. rere Says:

    nice post, dude. i m waiting to see the ‘real’ manager in yours

  7. ici Says:

    artikel tentang PM sangat baik ya pak dinz. boleh saya kutip ntuk referensi. terima kasih banyak dan salam wwb.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: