6 jam di Pasundan

Dengan santainya naik becak, ditemenin yayank dan sedikit obrolan dengan tukang becak, kita berdua menuju stasiun. Nyantai banget, sampe akhirnya kena amukan mamak (as usual) soalnya kereta nyaris mo datang. Tumben banget pasundan datang tepat waktu. Perumka lagi mood sepertinya. Hehe.

Eh lagu lama, tetep aja ternyata gak tepat waktu. Pasundan telat 10 menit, dan aku gak peduli soal itu. Aku pernah mengalami yang lebih parah soalnya. Anyway, akhirnya aku dan Astri dapet tempat duduk di gerbong nomor 4 (Cara ngitungnya gampang. Gerbong yang paling belakang, dialah gerbong nomor 1). Alhamdulillah. Kereta api memang biasanya rame kalo hari minggu, tapi syukurlah kita masih dapat tempat duduk.

Tempat duduk kita menghadap ke timur, dan 1 tempat duduk muat untuk 2 orang. Di depan kita ada 2 orang cowok: seorang tua, dan seorang baya. Gak banyak pembicaraan yang terjadi antara aku dan mereka. Mereka newbie soal perjalanan ini. Baru 2 kali naik kereta, katanya. Kaget, ternyata di dalam kereta tuh begitu hebohnya.😀

Pasundan, dan setiap kereta ekonomi lainnya, pasti meriah. Pasti heboh! Kamuu, akan selalu dihibur dan disapa. Hampir selalu sepanjang perjalanan, orang jualan, orang minta2, dan pengamen, pasti menyapa. Mereka akan memaksa bila gak diberi receh. Well, jelas ini salah satu pengalaman menarik untuk mengasah proaktifitas. Bagaimana untuk selalu menolak halus dan tersenyum pada mereka yang maksa minta receh? Gimana untuk selalu tenang meski dicolek dan mendengar teriakan2? Anda gak akan dapetin ini di kereta eksekutif atau semacamnya. I bet you won’t.🙂

Gak kerasa, Pasundan sudah melewati Janti fly over. Lempuyangan jelas sudah deket. Kita berdua prepare, dan tentunya mengamankan beberapa barang berharga supaya tidak berpotensi dicopet (pengalaman ini juga gak akan bisa didapetin di kereta eksekutif. Hahaha). Astri sepertinya sudah homesick banget, dan udah cukup lemes.

Lega rasanya kaki ini menyentuh lantai stasiun Lempuyangan. Kita langsung meluncur ke rumah, dan mengistirahatkan tubuh. Pfuh..menyenangkan. Kenapa? karena semuanya memang menyenangkan, dan lebih karena aku mengalaminya dengan seseorang yang aku sayangi.🙂

Explore posts in the same categories: General

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: