Puisi tentang Bu Guru

Seorang murid istri saya namanya Nurul, menuliskan puisi ini ketika di dalam kelas:


Di pagi hari yang seharusnya bersantai
Engkau masuk sekolah dan mengajar..

Di siang hari yang seharusnya untuk istirahat
Engkau masih ada di sekolah..

Ohh..betapa besar jasamu
Tak sebanding dengan gajimu

Tadi malam jam 23.00 ketika istri saya menyodorkan puisi ini, spontan saja rasa capek habis rewang di tempat Ibu (acara pembubaran panitia pernikahan mbak ipar) terasa tak berarti. Gile, puisi yang ditulis oleh bocah yang baru 2 hari menginjak di kelas 2 benar2 ‘menyentuh’.

Silakan define arti Anda sendiri tentang ‘menyentuh’ tadi itu. ;) Saya dan istri saya meluangkan beberapa saat untuk ngobrol ringan, kok bisa2nya yo Nurul menulis itu. Tidak lama sih ngbrolnya, karena kami harus bangun pagi2 seperti biasanya. Kami baru tidur jam 24.00 dan baru bangun jam 05.00. (telat setengah jam dari kesepakatan bersama)

Sekolahnya memang tergolong “unik” (alias muahal!). Murid2-nya pun gak mau kalah. Dita, seorang murid kelas 4 (baru saja naik kelas 5), tidak pernah percaya bahwa Bu Astri sudah menikah. Alih2 percaya dengan pembenaran dari guru2 baru (yang ada di TKP waktu itu), Dita malah balik menuduh semuanya telah bersepakat (konspirasi) untuk melakukan kebohongan demi membantu Bu Astri. Saya kaget lho pas diceritani itu! Konspirasi?! Ini pasti pengaruh dari tontonan sinetron2 remaja di TV. Kacau. Ha4x.

Saya terhibur dengan cerita-cerita unik dari murid2 istri saya ini. Haha. Hm.. somehow, mungkin dunia anak memang mengagumkan ya. :)

About these ads
Explore posts in the same categories: General

10 Comments on “Puisi tentang Bu Guru”

  1. Anjar Says:

    wah mas awal, senangnya yang punya istri guru ;)

  2. yonni Says:

    Guru merupakan pahlawan Tanda Jasa. kata itu sangat bermakna dan begitu luas artinya bagi kita. Seseorang tidak akan mendapat kedudukan yang lebih tinggi tanpa memperoleh penbgetahuan dari sang GURU. Semoga guru dimasa yang akan datang bisa lebih sejahtera lagi.

    PENGABDIANKU

    Kapur putih mesti berhamburan dimukamu
    Mengatakan ini sarapan untukmu tuan
    Suaramu parau bagai membelah langit biru
    Tetapi wajah sayup tetap terpencar
    Walau petang telah menghadang.

    Terik siang bersama keringat
    Seperti teman sehari.
    Hujan deras mesti di belah
    Memperjuangkan anak bangsa-Ku

    Engkau bekerja tanpa upah
    Engkau berjalan didepan jurang
    Membukakan jalan dirumput belantara
    Menyebarkan ilmu kepada kaum awam.

    Kadang matahari tertawa ria,
    Untuk apa kau berletih tuan?
    Korupsi kian berjalan… berjalan dan berjalan
    Tanpa terhenti!

    Guruku jangan engkau menjawab
    Negeriku engkau ubahkan
    Hingga hayatmu selamanya
    Perjuangan-Mu kukenang sebagai: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

    Yonnif Daeli.
    Mahasiswa IKIP Gunungsitoli
    Jurusan: Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
    Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni

    Bagi kawan-kawan yang mau bergabung dapat menghubungi saya dengan alamat:
    yonnid@yahoo.com

  3. mAR_tHA Says:

    PuIsi INi cOcOk BwT gUrU……….

  4. nisa Says:

    makasih bnyk atas puisinya

  5. lely ira puspita Says:

    kalo puisi yang bikin anak tk, yang polos2 gitu juga dunk. lagi nyari nich!

  6. silvian Says:

    huaa simpel, tp baguss.. salut krn dibikin anak kls 2 sd.

  7. pigleters Says:

    wuah..lumayan nie buat tgs aq….
    Tq y…

  8. fitria sri risky, Says:

    kak thanx ya qu ada tugas jadi untuk tugas b.indonesia ku. (he…4x)

  9. diah meiyanti Says:

    ga ada yg bisa di komentari …
    bagus bagus ,,,

  10. fahmi Says:

    good ..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: